Posted by: muhammadz4enal | November 16, 2013

Bekerja Sebagai Bankir

Alhamdulillah, hanya kata-kata ini yang pantas saya ucapkan untuk menyatakan rasa syukur saya karena saat ini saya masih bekerja selama 1 tahun 6 bulan di sebuah Bank Syariah anak perusahaan Bank BUMN sebagai Marketing (Sales Assistant/SA).

Awalnya saya di tempatkan di Karawang (Mei 2012) kemudian 6 bulan kemudian saya di mutasi ke Bekasi (Nopember 2012) dengan alasan lebih dekat dengan lokasi rumah saya (Pondok Gede).

Kehidupan karir sebagai Bankir, khusus nya Marketing banyak memberikan banyak hal pengetahuan dan pembelajaran bagi saya, mulai dari SOP, Produk, Syariat Islam (muammalah), Kultur BSM, pengetahuan tentang bisnis atau usaha-usaha yang ada diindonesia maupun luar negeri, pengalaman saya berorganisasi, bersosialisasi dengan tipe dan bermacam-macam karakter pemimpin dan rekan kerja, sampai pengalaman saya menjadi seorang suami, mamiliki keluarga dengan kondisi pekerjaan yang sangat menyita waktu dan kehidupan saya.

(14 Sept 2014) Bismiilah,..

2 minggu lalu, per tanggal 31 Agustus 2014, saya telah resmi selesai bertugas sebagai Marketing (SA) di Sebuah Bank Syariah anak Perusahaan Bank BUMN di Bekasi, perpisahan yang lumayan sibuk, karena selam 1 minggu sejak tangfal resmi resign, saya masih harus merapikan file dan serah terima tugas ke pada pengganti saya.

Banyak hal yang dan pengalaman baru selama saya bekerja di Bank ini, namun 1 hal yang pasti ada yaitu tuntutan target yang selalu menghantui, mungkin bagi banyak orang hal ini wajar karena posisi saya sebagai seorang marketing, sehingga sebelum saya memuuskan resign saya mencoba untuk mutasi ke bagian lain (IT) di kantor pusast, namun tidak di setujui dan direkomendasi oleh atasan langsung saya, dengan alasan dia sangat membutuhkan marketing dan dia tidak mungkin mengijinkan saya, dan nampaknya dia tidak memperdulikan passion saya sebagai seorang karyawan. Entah siapa yang egois, tapi saya sudah mengutarakan bahwa saya tidak merasa cocok di bidang ini, namun dia tetap tidak mengijinkan saya, yaaa,, akhirnya saya memilih untuk resign walau di tahan oleh kepala cabang (1 level diatas atasan langsung) saya.

Seandainya ada negosiasi win-win solution, kmugkinan saya akan mengurungkan niat saya, tapi saya melihat tidak ada hal yang membuat saya bertahan di perusahaan ini, disampaing banyak sekali hal-hal yang bertentangan dengan pandangan saya tentang Syariat Islam dalam sebuah perusahaan syariah, mulai dari managemen, kebijakan dll.

Beberapa kesempatan pun sudah saya gunakan untuk segera keluar dari perusahaan ini, pertama saat 6 bulan masa kontrak, saya mengajukan mutasi atau resign dengan alasan klasik yaitu jauh dari rumah, kedua setelah 1 tahun masa kontrak saya berakhir, saya mengajukan resign karena atasan saya merasa saya tidak sesuai dengan ekspektasi yang dia harapkan, sketika itu saya tantang dia dengan memberikan statement bahwa saya akan segera resign karna tidak sesuai ekspektasi dia dan saya merasa tidak bermanfaat, jadi buat apa saya bekerja jika tidak bermanfaat buat perusahaan apalagi diri saya sendiri. Saat itu dia minta maaf dan berkata bahwa dia tidak sungguh-sungguh berkata sepeti itu dan mengerti bahwa saya sangat berpotensi, namun cara dia membangun potensi adalah dengan seperti itu. Akhirnya saya mengurungkan niat dan kembali bekerja.

(To Be Continued)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: