Posted by: muhammadz4enal | March 16, 2011

Kebijaksanaan…

Published on: Oct 6, 2010 @ 9:07

Tiada Syair, kata-kata, nasehat seindah Alquran dan Hadits, ini hanya sekelumit kata-kata mutiara, kisah dan nasehat ringan…

Bijaksana 1

Buat persahabatan dua orang, kesabaran satu orang sangatlah perlu. (Pepatah Tamil)

Laa Syukran ‘Alal Waajib Tidak ada ucapan terima kasih terhadap sesuatu yang wajib (harus). (pepatah Arab)

Jikalau engkau sirami bumi ini dengan air mata perempuan, niscaya tiap-tiap tetes daripadanya menumbuhkan satu ular. (Ahli syair inggris)

Mimpi kemarin adalah kenyataan hari ini dan mimpi hari ini adalah kenyataan esok hari. (Imam Hasan Al-Banna)

Jadikanlah engkau sebagai tanah dan dia langitmu, Jadikanlah engkau sebagai lantai dan dia sebagai tiangmu. (nasihat Asma binti Khadijah kepada putrinya “istri solehah”)

Jadilah kamu seperti sebuah pohon, yang mana mereka melemparimu dengan batu, tetapi kamu melemparinya (merontokkan) dengan buah yang ranum. (Asy-Syahid Imam Hasan Al-Banna)

Seandainya ilmu tanpa ketaqwaan adalah kemuliaan, niscaya makhluk yang paling mulia adalah Iblis. (Imam Al-Ghazhali)

Ya Allah Ya Tuhanku,                                                                 Bila aku menyembahmu lantaran takut pada neraka, maka bakarlah aku dalam neraka.

Dan bila aku menyembahmu karena mengharap syurga, maka jauhkan lah aku dari syurga.

Namun, jika aku menyembahmu hanya karena Engkau, maka jangan tutup keindahan abadimu. (Rabi’ah Al-Adawiyah)

Pada pria cinta masuk melalui mata, sedang pada wanita cinta masuk melalui telinga. (Anonim)

Perbedaan Ekstrim pria bagaikan surga dan dunia, sedang wanita seperti surga dan neraka. (Anonim)

Published on: Mar 16, 2011 @ 1:10

Seorang pria setua perasaanya, seorang wanita setua pandangannya. (Anonim)

Pria yang kuat adalah dia yang dapat mengendalikan hawa nafsunya. (Anonim)

Bertambah lama wanita berkaca, bertambah lupa ia mengurus rumahnya. (Anonim)

Jika pria saling berjumpa, mereka saling bercerita, Jika wanita saling berjumpa, mereka saling memperhatikan. (Anonim)

Inginkah kau tau rahasia kebahagiaan?                                                             Bebaskan dirimu dari kebencian, lepaskan kecemasan, hidup sederhana, memberi lebih banyak, berharap lebih sedikit dan … tersenyumlah. (Anonim)

Bijaksana 2

Kisah Bambu dan Pakis

Ada seorang pria yang putus asa dan bermaksud meninggalkan segalanya. Meninggalkan pekerjaan, hubungan dan berhenti hidup.
Lalu ia pergi ke hutan untuk menghilang dan mengakhiri hidupnya.
Namun di tepi hutan ia bertemu dengan seorang kakek bijak pencari kayu bakar, dan si kakek menghentikan jalan pria putus asa saraya bertanya mau apa ia ke dalam hutan.
Dengan nada putus asa sang pria menjawab bahwa ia akan sudah bosan hidup dan berharap mati di dalam hutan karena kelaparan atau dimakan binatang buas. Sang kakek hanya tersenyum dan berkata, “Coba lihat ke sekitarmu… Apakah kamu melihat pakis dan bambu ?”
“Ya” jawab pria itu.
“Ketika Tuhan menanamkan benih pakis dan benih bambu, Tuhan merawat keduanya secara sangat baik.memberi keduanya cahaya, memberikan air. Pakis tumbuh cepat di bumi, daunnya yang hijau segar menutupi permukaan tanah hutan. Sementara itu benih bambu tidak menghasilkan apapun.
Pada tahun kedua, pakis tumbuh makin subur dan banyak,  tapi belum ada juga yang muncul dari benih bambu. Di tahun ketiga, benih bambu belum juga memunculkan sesuatu, sedangkan pakis makin subur dan lebat. Di tahun keempat, masih juga belum ada apapun dari benih bambu, dan akhirnya di tahun kelima,barulah muncul sebuah tunas kecil dari benih bambu itu.
Jika dibanding dengan pohon pakis, tunas itu tampak kecil dan tidak bermakna. Tapi 6 bulan kemudian, bambu itu menjulang sampai 100 kaki, lebat, besar dan kokoh. Untuk menumbuhkan akar itu perlu waktu 5 tahun. Akar ini membuat bambu kuat dan memberi apa yang diperlukan bambu untuk bertahan hidup. Tuhan tak akan memberi cobaan yang tak sangup diatasi ciptaan-NYa“ kata sang kakek dengan bijak kepada pria itu. “Tahukah kamu, anak-Ku… Di saat menghadapi semua kesulitan dan perjuangan berat ini, kamu sebenarnya menumbuhkan akar-akar?”  “Tuhan tidak meninggalkan bambu itu, Tuhan juga tak akan meninggalkanmu” “Jangan membandingkan diri sendiri dengan orang lain,”  kata sang kakek.
“Bambu mempunyai tujuan yang beda dengan pakis, Tapi keduanya akan membuat hutan menjadi indah”
“Waktumu akan datang… Kamu akan menanjak dan menjulang tinggi”

“Dont Give Up My Friends….”

To Be Continued…

Published on: Oct 6, 2010 @ 9:07

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: