Posted by: muhammadz4enal | August 22, 2015

Selepas Resign..

Akhir februari 2015, tidak terasa sudah hampir 6 bulan saya tidak bekerja di perusahaan manapun, setelah per 1 september 2014 saya resmi resign dari salah satu bank syariah swasta di Indonesia, saat ini saya sedang menekuni bisnis Laundry dengan nama brand “SmartWash!” laundry yang alhmadulillah berjalan walau masih terseok-seok dengan rekan frenchise 1 cabang di jl. melati raya sumir jatiwarna pondok melati bekasi.

Misi saya membuat bisnis ini mandiri dan berjalan otomatis hampir menemui titik terang, namun kendala yang masih harus terus dipantau dan di jaga adalah sumberdaya manusia (SDM) atau kayawan, karena hal ini jauh lebih penting jika kita ingin bisnis laundry tetap eksis.

Setelah bisnis ini otomatis bergerak, saya akan lanjutkan mengerjakan beberapa mimpi yang sempat tertunda saat bekerja sebagai bankir 2 tahun silam. Semoga mimpi-mimpi ini dapat terwujud amin.

Hari ini 22 Agustus 2015, Misi otomatis Laundry alhmadulillah menemui titik terang,..saat ini Produksi laundry sudah pindah di sebuah kios kontrakan di daerah Komsen Kebantenan, Jatiasih Bekasi, dan saat ini sudah hampir sebulan saya mengajar di sebuah SMK Swasta Jurusan Komputer Jaringan di Pondok Gede. Muda-mudahan ini menjadi salah satu jalan dari Allah SWT untuk mewujudkan mimpi dan cita-cita saya. Terima kasih Ya Allah..

Advertisements
Posted by: muhammadz4enal | November 16, 2013

Bekerja Sebagai Bankir

Alhamdulillah, hanya kata-kata ini yang pantas saya ucapkan untuk menyatakan rasa syukur saya karena saat ini saya masih bekerja selama 1 tahun 6 bulan di sebuah Bank Syariah anak perusahaan Bank BUMN sebagai Marketing (Sales Assistant/SA).

Awalnya saya di tempatkan di Karawang (Mei 2012) kemudian 6 bulan kemudian saya di mutasi ke Bekasi (Nopember 2012) dengan alasan lebih dekat dengan lokasi rumah saya (Pondok Gede).

Kehidupan karir sebagai Bankir, khusus nya Marketing banyak memberikan banyak hal pengetahuan dan pembelajaran bagi saya, mulai dari SOP, Produk, Syariat Islam (muammalah), Kultur BSM, pengetahuan tentang bisnis atau usaha-usaha yang ada diindonesia maupun luar negeri, pengalaman saya berorganisasi, bersosialisasi dengan tipe dan bermacam-macam karakter pemimpin dan rekan kerja, sampai pengalaman saya menjadi seorang suami, mamiliki keluarga dengan kondisi pekerjaan yang sangat menyita waktu dan kehidupan saya.

(14 Sept 2014) Bismiilah,..

2 minggu lalu, per tanggal 31 Agustus 2014, saya telah resmi selesai bertugas sebagai Marketing (SA) di Sebuah Bank Syariah anak Perusahaan Bank BUMN di Bekasi, perpisahan yang lumayan sibuk, karena selam 1 minggu sejak tangfal resmi resign, saya masih harus merapikan file dan serah terima tugas ke pada pengganti saya.

Banyak hal yang dan pengalaman baru selama saya bekerja di Bank ini, namun 1 hal yang pasti ada yaitu tuntutan target yang selalu menghantui, mungkin bagi banyak orang hal ini wajar karena posisi saya sebagai seorang marketing, sehingga sebelum saya memuuskan resign saya mencoba untuk mutasi ke bagian lain (IT) di kantor pusast, namun tidak di setujui dan direkomendasi oleh atasan langsung saya, dengan alasan dia sangat membutuhkan marketing dan dia tidak mungkin mengijinkan saya, dan nampaknya dia tidak memperdulikan passion saya sebagai seorang karyawan. Entah siapa yang egois, tapi saya sudah mengutarakan bahwa saya tidak merasa cocok di bidang ini, namun dia tetap tidak mengijinkan saya, yaaa,, akhirnya saya memilih untuk resign walau di tahan oleh kepala cabang (1 level diatas atasan langsung) saya.

Seandainya ada negosiasi win-win solution, kmugkinan saya akan mengurungkan niat saya, tapi saya melihat tidak ada hal yang membuat saya bertahan di perusahaan ini, disampaing banyak sekali hal-hal yang bertentangan dengan pandangan saya tentang Syariat Islam dalam sebuah perusahaan syariah, mulai dari managemen, kebijakan dll.

Beberapa kesempatan pun sudah saya gunakan untuk segera keluar dari perusahaan ini, pertama saat 6 bulan masa kontrak, saya mengajukan mutasi atau resign dengan alasan klasik yaitu jauh dari rumah, kedua setelah 1 tahun masa kontrak saya berakhir, saya mengajukan resign karena atasan saya merasa saya tidak sesuai dengan ekspektasi yang dia harapkan, sketika itu saya tantang dia dengan memberikan statement bahwa saya akan segera resign karna tidak sesuai ekspektasi dia dan saya merasa tidak bermanfaat, jadi buat apa saya bekerja jika tidak bermanfaat buat perusahaan apalagi diri saya sendiri. Saat itu dia minta maaf dan berkata bahwa dia tidak sungguh-sungguh berkata sepeti itu dan mengerti bahwa saya sangat berpotensi, namun cara dia membangun potensi adalah dengan seperti itu. Akhirnya saya mengurungkan niat dan kembali bekerja.

(To Be Continued)

Posted by: muhammadz4enal | November 2, 2011

Backpacker : Belajar Selancar di Pantai Batu Karas

Siapa bilang kita harus ke Bali untuk berselancar?

Penggemar olahraga selancar mungkin sudah mengetahui soal pantai yang letaknya cukup terpencil ini. Namun yang belum, Anda bisa mencoba pergi ke pantai Batu Karas. Pantai ini terletak di Desa Cijulang, Tasikmalaya, Jawa Barat.

Dari Jakarta dapat ditempuh dalam waktu sekitar 5 hingga 7 jam. Pantai ini hanya 10 menit dari lokasi wisata lain yang juga sangat menarik bagi wisatawan yaitu Green Canyon.

Pantai Batu Karas tidaklah terlalu besar. Pantai ini berupa cekungan yang sudut-sudutnya agak berbatu. Bila kebetulan langit sedang bersahabat, Anda akan beruntung karena mendapat objek foto yang luar biasa indah. Akan lebih baik lagi bila Anda berkunjung khusus untuk menikmati matahari tenggelam. Kontur berbatu di sisi kanan dan kiri pantai akan memanjakan para penggemar fotografi karena memberikan lanskap yang menarik.

Beberapa ulasan yang pernah saya baca mengatakan bahwa Pantai Batu Karas merupakan salah satu titik terbaik untuk berselancar di Indonesia. Namun, keika saya berkunjung ke sana beberapa waktu yang lalu, ombak tidak terlalu besar sehingga mungkin kurang menarik bagi mereka yang sudah piawai berolahraga selancar. Tetapi itu tidak mengurangi nilai pantai ini, karena justru pada saat ombak tidak terlalu besar sangat cocok bagi para peselancar pemula yang mungkin jumlahnya di negeri ini lebih banyak daripada mereka yang sudah ahli.

Bagi yang tidak ingin belajar berselancar, Anda dapat memanfaatkan waktu dengan berbagai olahraga air yang tersedia di sini, antara lain banana boat. Operator olahraga air, serta tempat penyewaan alat-alat snorkeling dan semacamnya banyak tersedia di tepi pantai. Bagi Anda yang memiliki hobi fotografi, Anda dapat menaiki bukit di sisi kanan pantai, melalui tangga semen yang ada. Pastikan saja Anda berhati-hati karena kondisi tangga menurut saya sudah harus diperbaiki. Dari atas bukit Anda dapat menikmati pemandangan yang lebih luas.

Pantai Batu Karas, mungkin tidak seterkenal pantai lain di daerah tersebut, namun popularitasnya makin membumbung. Di saat hari libur atau saat liburan sekolah pantai ini sangat ramai. Ketika terakhir berkunjung ke sana, ada sekolah yang tengah mengadakan perkemahan di lokasi wisata ini. Jadi, bila anda ingin lebih menikmati suasana, pilih hari yang bukan hari libur. Selain suasana yang lebih tenang, pantainya pun menjadi lebih bersih.

Bukti naiknya popularitas pantai ini adalah munculnya akomodasi-akomodasi baru di sekitar pantai. Awalnya mungkin hanya JavaCove Beach Hotel dan Bonsai Bungalow yang ada, kini beberapa akomodasi lain yang tampaknya cukup berkelas mulai beroperasi.

Bila Anda ingin suasana yang agak berbeda, Anda dapat memilih menginap di Panimeran Riverside, sekitar 1 km dari pantai. Cottage ini menyediakan penginapan bergaya alam di pinggir sungai, walau mereka juga baru saja membangun tipe akomodasi yang lebih ekonomis. Jadi jangan khawatir bila Anda ingin menginap, kini sudah banyak pilihan!

Masalah makan juga tidak perlu dikhawatirkan. Di tepi pantai berderet warung-warung yang menyediakan makanan laut. Menurut saya, harganya normal dengan citarasa yang dapat diacungi jempol.

Pantai Batu Karas berada sekitar 32 km dari Pantai Pangandaran. Jalan dari Pangandaran ke pantai ini kurang mulus sehingga alokasikan waktu lebih. Bila Anda akan pergi menggunakan kendaraan umum, dari Pangandaran atau Tasikmalaya Anda dapat memilih angkutan dengan jurusan Cijulang. Sampai di Terminal Cijulang, Anda dapat melanjutkan dengan ojek.

Bila Anda berkesempatan berkunjung ke Batu Karas, sempatkan juga mengunjungi Green Canyon. Jadi, Anda dapat mengunjungi dua lokasi wisata menarik sekaligus. Saya yakin Anda tidak akan menyesal!

Sumber : http://id.travel.yahoo.com

Older Posts »

Categories