Posted by: muhammadz4enal | October 23, 2010

Arti Peribahasa “Makan” (Plesetan)..

Sekedar menghibur,..ni kata2 ane dapet dari promo sebuah perusahaan minuman,.

Makan (Uang Suap):
Seraut muka (yang tebal) di rendam dalam perasaan kearakusan, dihidangkan panas-panas ditaburi komisi parut. Kadangkala dinikmati bersamaan dengan Birokrasi yang kental. (Anonim)

Makan teman :
2 sendok iri hati, di tuang dalam wajan pengkhianatan, ditumis dengan perebutan kepentingan yang sudah dibuang lapisan kepercayaannya.

Makan rayuan gombal :
Sejenis makan umpan, tetapi tambahkan minyak rayuan pulau kelapa.

Makan rejeki orang :
Jenis makanan yang merupakan kegemaran para calo tenaga kerja.

Makan korban :
Biasanya terbuat dari 1 bahan berbahaya utuh, dibentuk dengan ketidak pedulian yang dilapisi keteledoran.

Makan waktu :
Jagung rebus yang dimakan butir demi butir, pakai tangan.

Makan ruang :
Sapi potong (yang belum di potong) dimasukkan kedalam kulkas satu pintu.

Makan tenaga :
Daging seekor ayam muda yang diborong dari supermarket, diangkut ke dalam bagasi mobil, tapi pulangnya mobil harus

Makan angin :
Dinas luar dengan bos dari pagi sampai jam 5 sore, lengkap dengan suguhan ketidaksabaran, kemenang sendirian, arogansi, chauvinisme, sambil memborong semua percakapan.

Makan pikiran :
Rebusan sebutir telur dari ayam hitam yang masih muda, yang kalau sudah matang, beratnya harus pas 45,6789 gram (jangn lebih jangan kurang..!!).

Makan gaji buta :
Ambil sejumput kemalasan, secangkir bolos kerja, kocok sampai pulang cepat, jangan ambil kerjaannya dan tidak perlu dipertanggungjawabkan.

Makan uang haram :
Hampir sama bahannya dengan Makan uang suap, tetapi tidak perlu birokrasi, hanya selaludisajikan dengan aneka harta, misalnya hasil judi, pencurian, penggelapan, korupsi dan riba.

Makan – tidur :
Kemalasan (yang harus besar dan jangan ada rasa malu), bungkus dengan selapis doyang ngorok, tidak boleh ada kerja sedikitpun, tekan bagian atasnya dan iris tipis setebal perut buncit. Tunggu sebentar, ganyem.

Makan ati :
Kegemaran yang sudah dipenuhi rasa kesal, ditumbuk sampai membatin, diambil sarinya dan diaduk dalam kegemasan yang memuncak.

Serasa makan sekam :
Sekam dimakan, rasain deh lu!

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: